Kamis, 03 November 2016

Smart Building

Apa Itu Smart Building
Seiring dengan kemajuan teknologi, kebutuhan akan sebuah hunian dengan dukungan teknologi informasi (TI) yang modern akan semakin meningkat. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan informasi saja tentunya, hunian dengan konsep smart building atau gedung cerdas mampu memangkas kebutuhan penggunaan energi mencapai 50 persen. Smart building atau lebih dikenal dengan sebutan smart house, sudah diterapkan di beberapa negara-negara maju, seperti di Korea Selatan dan Singapura.
Konsep ini mengoptimalkan sebuah bangunan dengan penggunaan teknologi modern tingkat tinggi seperti menggunakan PLC (programmable logic controllers) yang kemudian dihubungkan pada beberapa komponen lain (sensor) yang digunakan untuk mengendalikan hampir semua bagian dari rumah. Walaupun harganya terbilang cukup mahal, banyak manfaat yang dapat diperoleh para penghuni rumah dengan menggunakan dan mengaplikasikan konsep smart building ini.
Hal ini disebabkan oleh sebagian besar kegiatan penghuni rumah akan bisa dilakukan secara otomatis tanpa campur tangan manusia. Contoh yang paling mudah adalah menghidupkan lampu rumah pada malam hari, pembayaran tagihan listrik secara otomatis, mematikan beberapa sumber listrik yang tidak terpakai, dan pengoptimalan penggunaan kamera untuk mengawasi kondisi semua ruangan di suatu hunian. Ini tentu sesuai dengan prinsip dan tujuan dari smart building itu sendiri, yaitu mengupayakan sebuah hunian yang terjaga akan kemudahan, kenyamanan, keamanan, dan juga penghematannya
 Konsep dan Pemanfaatan Smart Building 
Konsep smart building memang sangat menggiurkan. Sayangnya, untuk saat ini realisasinya masih dibilang cukup sulit mengingat besarnya dana yang perlu dikeluarkan untuk merubah suatu hunian memiliki teknologi yang modern tersebut.
Apabila Anda ingin memiliki hunian yang mengikuti konsep smart building ini, maka perlu ada beberapa infrastruktur dan prasarana yang bisa menunjang hunian untuk mengoperasikan teknologi-teknologi yang ada di dalamnya. Beberapa infrastruktur yang wajib ada di antaranya adalah:
  • Dukungan akses teknologi internet yang stabil dan cepat
  • Jaringan komunikasi yang cepat
  • Adanya dukungan dari vendor-vendor yang ahli dalam hal ini.
Smart building juga jauh lebih hemat, konsep ini juga bisa mengurangi kebutuhan staf operasional yang dapat mengurangi jumlah pengeluaran (apabila diaplikasikan di skala perusahaan).
Guna mengoptimalkan konsep ini, Anda juga bisa menghadirkannya melalui beberapa elemen tertentu, misalnya cahaya lampu dan peralatan audio video. Konsep ini mencakup instalasi kabel listrik, armatur lampu, dan beberapa sistem pengawasan lain yang dipadu dengan internet akan membuat sistem kerja smart building terpenuhi.
Ada banyak produk smart lighting yang bisa Anda temui di pasaran. Anda harus memahami seluk beluk setiap produk yang ditawarkan, dan memilih mana produk yang masuk ke dalam kategori high end dan mana yang tidak agar Anda mendapatkan ketepatan dan kepuasan dalam mengaplikasikan konsep smart building.

Konsep Bangunan Hijau (Green Building)

Konsep Bangunan Hijau (Green Building)

Green Building mungkin ketika kita mengartikan dalam bahasa indonesia yang berupa bangunan hijau. Arti yang sebenarnya green building tersebut yaitu sebuah konsep tentang merencanakan suatu bangunan yang ramah terhadap lingkungan.

Konsep serupa adalah natural building, yang biasanya pada skala yang lebih kecil dan cenderung untuk berfokus pada penggunaan material-material yang digunakan yaitu material-material yang tersedia secara lokal. Konsep ini ada untuk dapat memenuhi kebutuhan generasi-generasi berikutnya mulai dari sekarang.

Konsep green building ini berupa pemaksimalan fungsi bangunan dalam beberapa aspek, yaitu:

Life cycle assessment (Uji AMDAL)


Dalam melakukan suatu perencanaan bangunan seharusnya melakukan kajian AMDAL apakah dalam pengadaan bangunan tersebut dapat mempengaruhi lingkungan sekitar baik itu segi sosial, ekonomi ataupun alam sekitar. Karena jika itu memberikan pengaruh yang cukup besar maka bangunan tersebut sudah menyalahi konsep dasar dari green building.


Efisiensi Desain Struktur
Dasar dalam setiap proyek konstruksi bermula pada tahap konsep dan desain. dalam Tahap konsep, pada  kenyataannya ini merupakan salah satu langkah utama dalam proyek yang memiliki dampak terbesar pada biaya dan kinerja proyek. Tujuan utama adalah merencanakan bangungan yang memiliki konsep green building adalah untuk meminimalkan dampak yang akan disebabkan dalam bangunan tersebut baik itu selama pelaksanaan dan selama penggunaan. Perencanaan bangunan gedung yang tidak efisien dalam struktur juga memberikan efek buruk terhadap lingkungan, yaitu pemakaian bahan bangunan yang sangat banyak sehingga terjadi pemborosan. 


Efisiensi Energi
Green Building sering mencakup langkah-langkah untuk mengurangi konsumsi energi – baik energi yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari, seperti kondisi bangunan yang segi mudahnya angin dan sinar matahari yang mudah masuk kedalam bangunan.. Selain itu selain segi operasional, segi pelaksanaan juga harus diperhatikan. Studi LCI US Database Proyek bangunan yang menunjukkan dibangun dengan kayu akan menghasilkan energi pempuangan yang lebih rendah daripada bangunan gedung yang bahan bangunannya menggunakan dengan batu bata, beton atau baja.

Untuk mengurangi penggunaan energi operasi, penggunaan jendela yang se-efisiensi mungkin dan insulasi pada dinding, plafon atau tempat masuknya aliran udara ke dalam bangunan gedung. Strategi lain, desain bangunan surya pasif, sering dilaksanakan di rumah-rumah rendah energi. Penempatan jendela yang efektif (pencahayaan) dapat memberikan cahaya lebih alami dan mengurangi kebutuhan penerangan listrik di siang hari.

Efisiensi Air

Konsep green building juga memperhatikan mengenai penggunaan air. Sekarang, banyak konsep desain rumah yang mengabaikan tentang penggunaan air. Mostly, rumah-rumah mengandalkan penggunaan air tanah yang berasal dari sumur dangkal ataupun dalam tanpa memberikan maasukan tambahan air kepada tanah yang berakibat turunnya permukaan air tanah dan turunnya permukaan tanah permukaan. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk membuat penyimpanan atau memberikan asupan air kepada tanah di lingkungan yang ada disekitarnya. Solusinya yaitu dengan membuat tandon air penadah hujan di bawah tanah atau membuat sumur resapan penadah air hujan. Sistem penadah hujan yang mana ketika air turun di atas bangunan gedung yang kemudian direkayasa sedemikian rupa sehingga direncanakan air akan berkumpul pada satu tempat dan dialirkan menuju sumur resapan untuk menghindari terjadinya penurunan permukaan air tanah.

Efisiensi Material
Berbicara mengenai bangunan maka akan menjurus kepada penggunaan material yang ada. Hal ini ada hubungannya dengan efisiensi dari desain struktur. Selain struktur, segi arsitektural juga diperhatikan seperti penggunaan dinding yang terlalu tebal, penggunaan material yang berat yang memberikan efek pada kekuatan struktur yang lebih dll. Sehingga semakin banyak material yang digunakan maka akan memberikan efek kepada pengeluaran dana, impact terhadap lingkungan, pengeluaran energi dalam konstruksi, dll.


Sekian dulu untuk postingan yang membahas mengenai green building semoga dapat memberikan inspirasi kepada semua orang. Adapun postingan berikutnya yang telah membahas tentang material green building

Motor Grader : Alat Berat untuk Permukaan Tanah

Motor Grader : Alat Berat untuk Permukaan Tanah

Motor grader merupakan salah satu alat berat yang berfungsi untuk meratakan permukaan tanah dan biasa digunakan untuk proses pembangunan jalan. Bentuknya mirip dengan traktor, namun dilengkapi dengan spare part alat berat khusus disebut blade yang dipasang agar motor grader dapat melakukan pekerjaannya. Karena itu, tidak mengherankan jika blade motor grader, bagian yang amat memerlukan perhatian khusus dan harus dirawat supaya tetap prima unit alat berat Komatsu-nya. Pasalnya, dalam motor grader, blade inilah yang harus bekerja sedikit lebih keras untuk berhadapan langsung dengan tanah.
Motor GraderMotor Grader termasuk ke dalam alat berat yang bisa bergerak dengan fleksibel karena bisa dikendarai di darat dengan menggunakan ban dan transmisi. Seperti yang sudah dipaparkan di atas, motor grader berfungsi untuk meratakan tanah, namun pengerjaannya tidak sebatas pada itu saja. Selain meratakan permukaan tanah, ternyata motor grader juga memiliki keunggulan lain. Alat berat ini mampu mengupas tanah, menyebarkan material ringan, hingga membentuk permukaan tanah. Alat ini juga bisa dimanfaatkan untuk memotong gundukan dan membuat lubang. Meskipun mampu membuat lubang, alat berat ini tidak dapat digunakan untuk pertambangan bawah tanah, karena untuk proyek tersebut membutuhkan alat berat pertambangan bawah tanah yaitu longwall mining. Selain beberapa fungsi yang telah disebutkan di atas, motor grader juga dapat bermanfaat ketika Anda hendak menambahkan atau mengurangi material di permukaan tanah, sebelum dipadatkan dengan compactor.
Komponen motor grader terbagi atas enam bagian utama. Ada penggerak yang berupa roda ban, kerangka atau frame yang menghubungkan bagian penggerak dengan komponen lain, blade atau pisau yang dikenal sebagai moldboard, sacrifier, circle, dan juga drawbar. Nantinya, moldboard inilah yang akan mengeksekusi permukaan tanah dan bisa digerakkan sedemikian rupa. Circle atau cincin penggerak lah yang bisa membuat moldboard ini berputar dan bergerak. Setelah dieksekusi dengan moldboard, material juga akan dihancurkan oleh sacrifier atau unit dari alat berat yang bergigi.
Alat berat motor grader biasanya akan difungsikan menjelang finishing proyek. Ia akan bergerak di atas permukaan tanah dan membentuk jalan sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Selain pembuatan jalan, alat berat ini juga bisa difungsikan untuk membuat lapangan golf, pembuatan jalur balapan, dan lain sebagainya. Motor grader akan digunakan ketika alat berat seperti excavator atau bulldozer tidak bisa menjangkau permukaannya.

Precast Wall, Dinding Beton Siap Pakai

Precast Wall, Dinding Beton Siap Pakai

Industri konstruksi semakin bergairah dengan adanya produk precast concrete yang dapat dipasang cepat dan kualitasnya sangat baik. Tidak hanya dari sisi struktur, yaitu kekuatan dan kekakuannya saja, tetapi juga dari sisi arsitekturalnya yaitu penampakan luar (keindahan).  Oleh karena itu, arsitek yang berorientasi maju pasti akan memikirkan alternatif pemakaian produk precast untuk bangunan rancangannya.

Bagaimana tidak, dengan digunakannya precast maka semua komponen yang seharusnya dikerjakan di atas bangunan sehingga susah dijangkau arsitek untuk diawasi maka dapat dilakukan di bawah sehingga si arsitek dengan leluasa mengawasi kualitas produk yang akan dipasangnya. Kecuali itu
, umumnya produk precast adalah untuk komponen- komponen yang berulang (repetitif) sehingga prosesnya seperti halnya industri pada umumnya, dibuat satu dulu sebagai contoh, jika memuaskan akan dikerjakan lainnya dengan kualitas yang sama.

Untuk produk precast, yang sangat berperan adalah teknology yang digunakannya. Siapa yang membuatnya. Tidak hanya perencanaannya saja yang harus bagus tetapi juga perlu pelaksanaan yang baik. Precast for finishing, yang diperuntukkan untuk keindahan, yang terlihat dari luar untuk ditampilkan, jelas lebih sulit dibanding produk precast yang sekedar untuk komponen struktur saja. Hal- hal yang perlu dipertimbangkan, misalnya : ketahanan terhadap cuaca (tidak retak, keramik lepas atau berubah warna), kebocoran terhadap air hujan (teknologi karet sealant, seperti yang terpasang pada pintu mobil), presisi yang tinggi, juga detail yang benar dari takikan-takikan yang dibuat agar air yang menimpanya selama bertahun-tahun tidak meninggalkan jejak yang terlihat dari luar, juga detail sambungan dengan bangunan utamanya, bagaimana mengantisipasi deformasi bangunan yang timbul ketika ada gempa dll-nya tanpa mengalami degradasi kinerja dan lainnya. Oleh karena itulah perusahaan precast untuk keperluan finishing yang sukses di Jakarta tidaklah banyak.

O ya, produk precast yang akan dipasang ini adalah produk Griyaton, perusahaan precast yang sudah terkenal malang melintang di Jakarta dan produknya sudah banyak terpasang di bangunan-bangunan tinggi. Sistem yang dipasang ini, yaitu di proyek Senayan Tower, Jakarta, adalah sama dengan yang dilaksanakan di gedung Thamrin Tower atau sekarang disebut ATD Plaza di Jalan Thamrin Jakarta Pusat. Proyek Thamrin Tower waktu itu adalah sama-sama dimiliki oleh Kajima, yang sekarang membangun Senayan Tower ini. Waktu itu ada dua sistem precast concrete yang dipasang, yaitu precast wall dan precast hollow-core-slab untuk lantainya. Jika sekarang keduanya juga diterapkan pada proyek ini. Berarti sistem tersebut dianggap sukses.

Mau tahu lebih lanjut ?

Foto 1: Pengerjaan pemasangan kaca pada precast-wall yang datang dari fabrikasi.





















Foto 2: Rangka aluminum tempat dudukan kaca.





















Foto 3: Proses pemasangan kaca pada precast wall (di bawah)





















Foto 4: Pemasangan sealant pada kaca






















Foto 5: Kumpulan precast-wall siap diangkat



















Foto 6: Pengangkatan precast-wall satu persatu.






































Perhatikan pada bagian kacanya diberi pelindung dari tripleks.

Foto 7: Sisi luar bangunan yang akan dipasang precast-wall


















Jika satu portal persegi tersebut butuh 2 precast-wall untuk penutupnya, berapa banyak precast yang diperlukan.

Foto 8: Proses pengangkatannya


















 Foto 9: Sambungan yang menempel ke balok






















Foto 10: Sambungan sistem tumpu (pada bagian bawah skin)




























Foto 11: sistem sambungan lain


Foto 12: Memasang karet sealant joint





















Sistem karet sealant ini sangat penting, kalau sampai bocor membongkarnya saja sudah sulit. Jadi produknya juga harus teruji. Inilah salah satu teknologi yang harus dikuasai untuk menghasilkan kinerja yang baik untuk precast sebagai penutup luar.

Foto 13: precast-wall selesai dipasang (final)





















Perhatikan presisi dari setiap garis yang akhirnya menghasilkan keindahan. Di Jakarta, tidak banyak gedung-gedung yang seperti ini. Kebanyakan pakai keramik yang dipasang on-site, yang tahu-tahu dapat jatuh dan akan menimbulkan korban jiwa.

Semen "Glow in The Dark" Bakal Ubah Dunia Konstruksi Global


Semen "Glow in The Dark" Bakal Ubah Dunia Konstruksi Global


Beton tak pernah menjadi material yang mampu mempercantik bangunan karena fungsinya hanya menguatkan bangunan saja. Namun, kondisi itu akan segera berubah setelah ilmuwan Meksiko bernama Jose Carlos Rubio Avalos menemukan semen glow in the darkatau yang mampu nyala dengan terang ketika malam hari.
Semen yang merupakan komponen utama pembentuk beton akan mampu mempercantik pemandangan kota malam hari dari Shanghai hingga Seoul. Semen ini terbuat dari material hemat energi yang mampu menyerap sinar matahari dan mulai memancarkan cahaya kala malam tiba.
"Semen ini bisa diaplikasikan dalam penggunaan eksterior maupun interior bangunan," kata Rubio Avalos yang juga menjadi peneliti di Universitas Michoacana de San Nicolas de Hidalgo Meksiko.
Semen merupakan industri jutaan dollar AS dan pada 2014 silam, konsumsi global material ini menembus angka 4,3 miliar ton. 
Kini, penemuan Rubio Avalos diyakini mampu mengubah industri semen yang ada. Rubio Avalos pun mendapat banyak permintaan terkait penemuannya, mulai dari pemerintah, kalangan pengusaha, hingga organisasi non pemerintahan (NGO).
Berbagai permintaan itu bakal digunakan untuk aplikasi pembuatan rumah, jalur sepeda, jalan tol, interior, dan bahkan kolam renang.
Salah satu NGO bernama Doctor Without Borders contohnya ingin mengaplikasikan semen glow in the dark di kamar mandi umum yang sering bermasalah dengan pencahayaan dan juga supaya membuat wanita merasa aman ketika memasuki toilet umum gelap.
Proses pembuatan semen diawali dengan mencampurkan serbuk dengan air dan setelah memadat berbentuk gel, semen tersebut masuk dalam bentuk serpihan kristal.
Serpihan itu merupakan bagian dari semen yang tidak perlu. Rubio Avalos kemudian menemukan cara untuk mengubah struktur mikro semen yang membuat serpihan itu tidak muncul.
Hasilnya, semen tanpa serpihan kristal itu dapat menyerap energi matahari dan memancarkan cahaya ketika malam tiba. 
Menurut dia, produk pemancar cahaya dari semen itu bisa bertahan selama 100 tahun dan bersinar selama 12 jam pada malam hari.
"Beberapa orang kemudian mengatakan bahwa ini merupakan material yang benar-benar baru," ujar dia.
Warna yang dihasilkan sejauh ini baru sebatas biru laut dan hijau terang, namun Rubio Avalos tengah berusaha membuat semen berwarna merah, putih, dan ungu.
Kini, dia juga sedang berusaha untuk membangun sebuah pabrik yang diharapkan mampu memroduksi semen dalam kurun waktu tiga sampai lima bulan. Namun, semua itu memerlukan biaya tak sedikit.
"Jika kami ingin mengomersialisasikan ini dan memenuhi semua permintaan dari Eropa, Amerika, Africa, dan Asia maka kami membutuhkan dana sekitar 5-6 juta dollar AS," ungkap Rubio Avalos.
Mahalnya dana itu karena struktur kompleks yang dimiliki semen dan menurut Rubio Avalos, penemuannya ini lima kali lebih mahal dari pada pembuatan semen biasa. 
Kendati demikian, tidak harus keseluruhan struktur menggunakan semen ini. Rubio Avalos mengatakan mereka hanya cukup dilapisi lapisan luarnya saja. Namun, itu pun tak menutup mahalnya biaya penggunaan semen tersebut.
"Tiap satu meter persegi yang mungkin tebalnya 3 milimeter akan menelan biaya sekitar 60-70 dollar AS (Rp 780.000-Rp 910.000)," pungkas Rubio Avalos.

Sumber : http://nationalgeographic.co.id/berita/2016/07/semen-glow-in-the-dark-bakal-ubah-dunia-konstruksi-global#

Kecerdasan Buatan Google Bisa Buat Percakapan Terenkripsi

Kecerdasan Buatan Google Bisa Buat Percakapan Terenkripsi

Kecerdasan Buatan Google Bisa Buat Percakapan Terenkripsi
Kecerdasan buatan

Saat ini mungkin sangat sulit membayangkan bagaimana dua sistem komputer saling berkomunikasi secara rahasia. Kemungkinan hal itu hanya ditemukan di film atau novel sains fiksi.
Namun peneliti di Google Brain berhasil mengembangkan kemampuan kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau sistem komputer yang dapat saling berkirim pesan terenkripsi. 




Adalah Martin Abadi dan David G. Andersen, yang melakukan uji coba terhadap tiga sistem kecerdasan buatan bernama Alice, Bob, dan Eve. Ketiganya merupakan komputasi jaringan yang dirancang untuk berkirim pesan dengan metode enkripsi yang dibuat sendiri. 
Masing-masing kecerdasan buatan lalu diberi perintah, yaitu Alice diharuskan membuat pesan rahasia yang hanya dibaca Bob, sedangkan Eve harus mengetahui pesan itu dan membongkarnya.
Dikutip dari Engadget, Rabu (1/11/2016), pada awalnya Alice dan Bob tak pernah benar-benar bisa mengirimkan pesan secara rahasia. Namun setelah lebih dari 15 ribu percobaan, Alice akhirnya bisa menciptakan pesan terenkripsi dan Bob juga berhasil menerjemahkannya menjadi pesan yang dapat dimengerti.
Salah satu temuan menarik dari percobaan ini adalah cara Alice dan Bob untuk saling mengirimkan pesan terenkripsi, ternyata tak umum. 
Menurut para peneliti, beberapa teknik yang dilakukan keduanya terbilang unik dan tak terduga. Karena itu, hampir cukup sulit untuk menentukan metode yang digunakan keduanya.
Pun demikian, keberhasilan Eve untuk membaca sebuah pesan tak sepenuhnya berasal dari kemampuan komputer itu. Pesan yang dikirimkan Alice dan Bob hanya 16 bit dengan masing-masing kemungkinannya adalah 1 atau 0. Untuk itu, ada kemungkinan Eve menebak secara acak dan beruntung bisa memecahkan pesan yang dikirimkan.

Serius Tekuni Bisnis VR, Google Tengah Siapkan VR Headset Berkemampuan Mumpuni

Serius Tekuni Bisnis VR, Google Tengah Siapkan VR Headset Berkemampuan Mumpuni

Sejak awal tahun ini, langkah Google dalam menekuni bisnis Virtual Reality (VR) nampaknya semakin terlihat serius. Google bahkan telah memperkenalkan salah satu produk konsumen yakni Daydream View dan platform Daydream. Keseriusan itu sudah terlihat sejak awal tahun ini dengan membentuk divisi khusus VR. Google juga telah menunjuk Clay Bayor, yang sebelumnya ada di bidang manajemen produk memimpin divisi anyar tersebut.

Kini, setelah berhasil menghadirkan Daydream View, Google dikabarkan tengah mengembangkan VR headset mandiri yang mampu berjalan tanpa dihubungkan dengan smartphone atau komputer. Headset ini dikabarkan akan hadir dengan teknologi lebih mumpuni. Menurut seorang sumber, perangkat ini akan mengintegrasikan pelacak mata dan sensor, ditambah algoritma untuk memetakan dunia sebenarnya di luar perangkat tersebut. Memanfaatkan kedua teknologi tersebut, Google dapat memperbanyak kondisi sebenarnya yang ada di depan headset. Dengan demikian, maka headset ini dapat menampilkan objek digital bersamaan dengan lingkungan dan objek dari dunia nyata.

Tak hanya itu, raksasa mesin pencari tersebut juga telah bekerja sama dengan Movidius, perusahaan kecerdasan buatan yang baru saja dibeli Intel, dalam menyediakan chip untuk melacak pergerakan sekaligus posisi. Mengingat headset ini tak membutuhkan smartphone atau komputer, Google akan menggunakan platform VR yang berbeda dariDaydream. Namun belum dapat dipastikan platform seperti apa yang akan digunakan. Kabarnya, headset ini juga sudah mendapat persetujuan dari badan sertifikasi Amerika Serikat. Hanya tak dapat dikonfirmasi apakah perangkat misterius ini akan meluncur dalam waktu dekat.

sumber:
http://beritanet.com/news/23172/serius-tekuni-bisnis-vr-google-tengah-si