Mengenal Lebih Dalam Tentang Chrome OS
Chrome OS memang belum populer di kalangan pengguna komputer. Tetapi
tidak menutup kemungkinan suatu saat OS buatan Google ini bisa merangsek
naik ke jajaran OS papan atas, seperti yang telah dilakukan Android di
pasar OS Smartphone. Sebenarnya seperti apa sih Chrome OS itu? Di
artikel ini PG akan mengajak kamu untuk mengenal lebih dalam tentang
Chrome OS ini.
Apa itu Chrome OS?
Chrome OS adalah sistem operasi berbasis Linux yang dikembangkan oleh
Google. Sistem operasi ini secara khusus dikembangkan agar bisa bekerja
dengan baik dengan berbagai web apps di Chrome Web Store.
Chrome OS vs Chromium OS?
Banyak yang masih bingung dengan beda antara Chrome OS dengan Chromium
OS. Chromium OS adalah versi open source dari Chrome OS. Chromium OS
bisa didownload source code-nya oleh siapapun, bisa dimodifikasi dan
dicompile oleh developer manapun. Sedangkan Chrome OS hanya akan
disertakan di perangkat tertentu (Chromebook atau Chromebox) buatan
Google atau Partner dari Google.
Chrome OS sudah diumumkan perilisannya sejak 7 Juli 2009, dan baru pada
November 2009 Google menjadikannya Open Source dengan nama versi open
source-nya yang diberi nama Chromium OS.
User Interface
Jika kamu adalah pengguna browser Google Chrome, maka kamu tidak akan
asing dengan User Interface dari Chrome OS. Fitur dan tampilan Chrome OS
memang identik dengan Google Chrome.Saat pertama kali menghidupkan
Chrome OS, kamu akan diminta untuk login ke akun Google kamu.Setelah
login, kamu akan disambut dengan tampilan desktop yang bersih dan
simple. Kamu bisa mengganti gambar background sesuai dengan yang kamu
inginkan.Chrome OS terintegrasi dengan semua layanan Google seperti
Google Drive, Google Docs, Gmail, Google Play, Google Plus, dan Google
Search. Kamu juga bisa menginstall berbagai aplikasi lainnya dari Chrome
Web Store. Setiap aplikasi bisa diinstall dengan cepat dan mudah,
seperti saat menginstall ekstensi di Google Chrome.File explorer Chrome
OS juga terlihat sederhana. File Explorer ini sudah terintegrasi dengan
zip archiver sehingga kamu bisa melakukan ekstrak atau compress tanpa
menginstall aplikasi tambahan.Halaman setting Chrome OS juga tidak jauh
berbeda dengan halaman setting Google Chrome.Chrome OS bisa berjalan
dengan sangat cepat. Hanya butuh hitungan detik bagi OS ini untuk
booting atau shutdown. Hal ini tidak begitu mengherankan karena memang
OS ini sangat simple dan hampir semua aplikasinya berjalan secara cloud.
Harga
Satu hal yang sulit ditandingi dari Chromebook adalah masalah harga.
Yup, Chromebook dengan Chrome OS harganya sungguh jauh dibawah harga
laptop pada umumnya. Bayangkan saja, Acer C7 Chromebook hanya dijual
seharga $199 (Rp. 1,9 jt), Samsung Chromebook seharga $249 (Rp. 2,4 jt),
dan Samsung Chromebook 550 seharga $449 (Rp. 4,3 jt). Harganya sangat
menggoda sekali khan?
Kekurangan
Karena memang dikembangkan secara khusus untuk aplikasi cloud dan web
apps, Chromebook tidak disertai dengan hardisk berkapasitas besar.
Chromebook Samsung hanya disertai dengan hardisk SSD berkapasitas 16GB
saja, yang tentu saja didedikasikan untuk OS dan berbagai file sistem di
Chromebook tersebut. Sedangkan file kita “disarankan” untuk disimpan di
cloud storage semacam Google Drive.Tentu saja hal itu memerlukan
koneksi internet yang cepat. Tanpa internet berkecepatan tinggi, akan
sulit bagi kita untuk bisa mengakses file dan data kita yang tersimpan
di cloud storage.
Penggunaan
Dengan fitur dan spesifikasi tersebut, Chromebook hanya cocok digunakan
untuk kegiatan browsing dan office saja. Pelajar, mahasiswa, pekerja
kantoran, atau siapapun yang ingin menyelesaikan pekerjaannya bisa
mengambil manfaat dari Chromebook ini.Bagaimana? Tertarik dengan
Chromebook tidak?Bagi kamu yang ingin mencoba Chrome OS tanpa membeli
Chromebook, kamu bisa menginstall Chromium OS di komputer kesayangan
kamu. Langsung saja baca cara install Chromium OS yang sudah pernah PG bahas sebelumnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar